Cara Menyusun Jadwal Belajar untuk Persiapan Ujian
Langkah menyusun seminggu masa ujian di Damda: jadwal belajar, tugas dengan D-day dan target hitungan, timer fokus, lalu tinjau di Riwayat.

Dua minggu sebelum UTS atau UAS, biasanya kita mulai menyusun jadwal belajar. Tapi kalau hari sudah berantakan di antara kelas dan tugas kuliah, rencana yang sudah ditulis cepat terlupakan.
Di artikel ini, kita ikuti cara menyusun seminggu masa ujian dengan Damda. Urutannya seperti ini.
- Masukkan kelas dan waktu belajar di perpustakaan ke jadwal.
- Buat tugas dengan hari ujian sebagai tenggat.
- Untuk belajar yang diukur jumlahnya, seperti menghafal kosakata, pasang target hitungan.
- Tautkan timer fokus ke kelas atau tugas agar waktu fokus terkumpul di sana.
- Di akhir minggu, tinjau di tab Riwayat lalu perbaiki rencana minggu berikutnya.
1. Masukkan kelas dan waktu belajar ke jadwal dulu
Dasar rencanamu adalah waktu yang sudah pasti. Kelas yang ada setiap minggu masukkan dengan 'Ulangi setiap minggu', sedangkan belajar di perpustakaan yang hanya ada selama masa ujian cukup ditambahkan sekali saja.
Bentrok waktu diberi tahu sebelum disimpan, jadi kamu bisa menghindari salah memasang waktu belajar di jam kelas. Setiap rencana juga bisa diberi lokasi dan memo.

2. Jadikan hari ujian sebagai tenggat tugas
Buat tugas per mata pelajaran, misalnya 'Ulang catatan Sejarah', lalu atur hari ujian sebagai tenggatnya. Di layar Detail tugas, sisa harinya terlihat di sebelah tanggal, seperti D-3.
Tugas bisa diulang setiap hari atau di hari pilihan, dengan tanggal akhir bila perlu. Kelompokkan tugas belajar dengan kategori, dan kalau perlu, hubungkan ke rencana di jadwal.
3. Pasang target hitungan seperti '30 kata sehari'
Belajar yang diukur jumlahnya, seperti menghafal kosakata atau mengerjakan soal, sulit dianggap selesai dengan satu centang. Untuk itu, buat tugas dengan hitungan yang diisi sedikit demi sedikit.
Isi dengan tombol + dan − di tab Tugas, atau tekan +1 langsung dari pengingat. Progres hari ini tampil sebagai bilah, jadi sisa targetnya mudah diperkirakan.

Pilihan lain saat membuat tugas dibahas di artikel membuat tugas.
4. Tautkan timer fokus ke kelas atau tugas
Saat memulai fokus dari tab Hari ini, pilih kelas atau tugas di 'Fokus pada'. Waktu fokusmu akan tercatat di kelas atau tugas itu.
Durasinya bisa dipilih dari preset, mulai dari Pomodoro 25 menit fokus dan 5 menit istirahat sampai 60 menit fokus dan 10 menit istirahat. Bisa juga atur sendiri 1 sampai 120 menit, atau tanpa batas. Progresnya ikut terlihat di layar kunci.

Fitur timer lainnya ada di artikel cara memakai timer fokus.
5. Di akhir minggu, tinjau di tab Riwayat
Di tab Riwayat ada hari berturut-turut, tugas yang berjalan, rekor terpanjangmu, serta grafik fokus mingguan dan bulanan. Di Tugas yang berjalan, setiap tugas menunjukkan sudah hari ke berapa sejak dimulai dan berapa hari selesai.
Lihat grafik fokus mingguan untuk menengok waktu fokus yang terkumpul seminggu ini. Kalau lebih sedikit dari dugaan, tambahkan satu sesi belajar lagi di jadwal minggu berikutnya. Untuk tugas yang jarang selesai, atur ulang hari pengulangannya.
Catatan ini lebih berguna untuk memeriksa rencanamu sendiri daripada untuk membandingkan diri dengan orang lain.
Kalau terlewat sehari, tidak perlu terlalu khawatir. Tiga hari aktif dalam seminggu memberi satu hari istirahat, yang otomatis menutup hari kosong.

Cara membaca catatan ini dibahas lebih lengkap di artikel catatan belajar.
Yang enak dipakai bersama
- Paket rutinitas: pilih paket bidang belajar di Rutinitas pada tab Riwayat, lalu tambahkan langsung ke jadwal saat ini. Paket yang tersedia bisa dilihat di artikel rutinitas belajar.
- Ruang belajar Damda: pilih kursi dan fokus bersama orang lain secara anonim. Namamu, jadwal, dan judul tugas tidak diunggah.
Alurnya sederhana: lihat waktu yang sudah pasti di jadwal, pecah target jadi tugas, kumpulkan waktu dengan timer, lalu tinjau lewat Riwayat. Coba susun satu minggu saja seperti ini di masa ujian kali ini.





